Nama lumpur aktif umumnya digunakan untuk menyatakan suatu massa biologik kompleks yang berupa gumpalan mikroorganisme aerob yang menyisihkan bahan organik dari dalam air buangan dan kemudian dipisahkan dengan cara pengendapan. Lumpur aktif sangat tepat digunakan untuk pemisahan bahan organik terlarut, karena yang tidak terlarut dapat dipisahkan dengan cara yang lebih mudah dan murah, yaitu dengan pengendapan.
Masalah-masalah yang timbul pada lumpur aktif sebagai berikut.
A. RISING SLUDGE
Timbulnya lumpur ke permukaan air disebabkan banyak mengandung gas nitrogen yang dihasilkan dari proses dengtrifikasi. Pencegahan dan penanggulangannya dilakukan dengan :
1. Memperbesar aliran resirkulasi lumpur aktif,
2. Mengurangi aliran cairan dari tangki aerasi,
3. Bila mungkin memperbesar kecepatan pengumpulan lumpur secara mekanis dalam bak pengendap,
4. Waktu pembentukam gumpalan dikurangi dengan menambahkan lumpur secara berlebihan.
B. BULKING SLUDGE
Merupakan suatu lumpur yang bersifat sulit mengendap dan tidak kompak, disebabkan oleh tumbuhnya organisme dalam bentuk serabut dan setelah berikatan dengan air maka flok akan membesar tetapi berat jenisnya kecil sehingga sulit mengendap. Pencegahan dan penanggulangannya dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Karakteristik air buangan,
2. Kadar oksigen terlarut,
3. Besarnya pemompaan dan pengembalian lumpur,
4. Aerasi pemisahan lumpur dari cairannya.
C. FROTHING
Terjadi karena buih yang menutupi air, biasanya berasal dari deterjen. Pencegahan dan penanggulangannya sebagai berikut:
1. Menggunakan hasil air bak pengendapan untuk menyiram buih yang timbul,
2. Menggunakan zat yang dapat mengurangi buih secepatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar